Metz tengah berharap mengubah nasib kala menjamu LOSC Lille di Stade Saint-Symphorien, Jumat, 6 Februari. Berada di posisi dasar klasemen Ligue 1, Metz benar-benar butuh poin untuk menghindari degradasi. Pertandingan yang dimulai pukul 19:45 GMT ini menjadi kesempatan bagi pelatih baru, Benoît Tavenot, untuk mencuri perhatiannya di hadapan fans sendiri.
Musim ini belum menunjukkan perubahan berarti bagi Metz. Setelah kekalahan 1-0 dari Angers pekan lalu, mereka melanjutkan puasa kemenangan di delapan pertandingan Ligue 1 terakhir, catatan terburuk di liga saat ini. Tavenot, yang baru ditunjuk, masih mencari kemenangan pertama sejak memegang kendali, sementara timnya tertinggal delapan poin dari zona aman dengan hanya 12 poin dari 20 pertandingan.
Bagaimanapun, performa Metz di kandang menawarkan sedikit harapan. Dengan total 12 poin yang sudah dikumpulkan musim ini, delapan di antaranya diraih di Stade Saint-Symphorien, termasuk dua kemenangan liga. Namun, kelemahan pertahanan menjadi kekhawatiran utama. Metz telah kebobolan 46 gol musim ini, delapan di antaranya dalam dua laga kandang terakhir.
Sejarah pertemuan dengan Lille juga tak mengenakkan bagi Metz, tanpa kemenangan dalam 10 pertemuan terakhir di Ligue 1. Mereka kalah dalam tiga laga terakhir dengan kebobolan total sepuluh gol. Lille sendiri mencatatkan rekor yang mengesankan di Stade Saint-Symphorien dengan tiga kemenangan dalam empat kunjungan terakhir.
Metz harus bermain tanpa Jean-Philippe Gbamin yang menjalani suspensi dan Mamadou Sy yang cedera kepala. Joseph Mangondo masih diragukan tampil, sementara Tavenot berharap formasi 4-3-3 dengan Gauthier Hein, Habib Diallo, dan Giorgi Tsitaishvili di lini depan, mampu memberi tekanan pada Lille dan meraih kemenangan yang sudah lama dinantikan oleh pendukung setia mereka.